WHO Memberikan Tips Untuk Kita Agar Tetap Aktif Walaupun Habiskan Waktu Seharian di Rumah Guna Cegah Corona

Jakarta – Meskipun orang-orang perlu menghabiskan beberapa besar pas di rumah saja untuk mencegah COVID-19, banyak pihak mengimbau penduduk selamanya aktif bergerak demi menjaga kesehatannya.

Untuk itu, di dalam laman resminya, dikutip Jumat (3/4/2020), World Health Organization (WHO) memberikan lebih dari satu tips supaya orang-orang selamanya aktif biarpun lebih banyak berkegiatan di didalam dan kurang lebih tempat tinggal demi menghambat penyebaran COVID-19.

1. Pilihlah kesibukan tertentu, sementara atau hari di mana Anda melakukannya, dan juga durasi yang dibutuhkan untuk aktivitas berikut setiap hari. Mintalah anggota keluarga untuk menetapkan target mereka tiap-tiap dengan sedikit tantangan yang realistis.

“Catat kemajuan Anda terhadap bagan kesibukan mingguan dan jika menurut Anda itu membantu, hadiahi diri sendiri dengan sesuatu yang terlampau Anda hargai,” kata WHO.

2. Terhubung bersama orang lain dapat membantu Anda dan keluarga di rumah, menggunakan kala dan tetap aktif.

“Merencanakan saat untuk senantiasa aktif bersama dengan anak-anak bersama permainan aktif di rumah, berjalan-jalan di taman, atau bersepeda bisa menjadi cara semua keluarga sanggup bersantai, bersama, serta jadi aktif dan sehat waktu di rumah.”

Menetapkan Tujuan

3. Buatlah kesibukan fisik sendiri atau bersama dengan kelas daring berbarengan teman-teman. Menyisihkan waktu tertentu memastikan seseorang untuk memperoleh asupan kegiatan fisik harian.

Selain itu, ini terhitung menopang kamu untuk mengatur diri bersama cara baru selama bekerja, belajar, dan kehidupan keluarga di tengah pembatasan kegiatan sosial akibat COVID-19.

Berkegiatan Bersama Orang Lain

4. WHO menganjurkan agar orang-orang untuk tidak duduk benar-benar lama untuk alasan apa pun layaknya bekerja, belajar, melihat TV, membaca, atau bermain gim.

“Kurangi pas duduk lama bersama istirahat singkat 3 sampai 5 menit setiap 20 hingga 30 menit,” tulis mereka. Saat itu, Anda dapat berdiri dan meregangkan badan atau berjalan-jalan di kurang lebih rumah, ke kebun, atau naik turun tangan.

“Dengan bergerak dan jalankan peregangan, Anda dapat menambah kebugaran dan kesejahteraan.”

Menjadwalkan Rutinitas

Beberapa Golorang Orang ini Paling Rawan Menderita Komplikasi Flu

Jakarta – Mengalami flu akibat musim hujan seperti tiba-tiba demam, sakit tenggorokan, dan menggigil dapat memicu seseorang mengidamkan bersembunyi di balik selimut selamanya.

Menurut Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan (Centers for Disease Control plus Prevention/CDC), biasanya orang mampu pulih dari flu di dalam selagi tidak cukup dari dua minggu, dan bagi lebih dari satu orang flu mampu berisiko tinggi untuk berkembang jadi sesuatu yang lebih serius layaknya pneumonia atau bronkitis, yang mengharuskan seseorang menekuni rawat inap.

Ditambah, terkecuali seseorang punyai kondisi kesegaran tertentu seperti asma atau penyakit jantung, terkena flu dapat memperburuk gejala. Dilansir dari laman Prevention, dipaparkan empat kelompok orang yang paling rentan terkena flu yang serius.

1. Orang bersama dengan masalah kesegaran kronis, atau sistem kekebalan yang lemah
CDC menyebutkan bahwa menanggulangi keadaan kesegaran gawat seperti asma, penyakit jantung, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), diabetes, atau problem darah, hati, atau ginjal, punya risiko lebih tinggi terkena komplikasi berkenaan flu. Komplikasi ini mampu termasuk hal-hal layaknya pneumonia, bronkitis, dan infeksi sinus dan telinga.

Dokter penyakit dalam di Texas Health Presbyterian Hospital Dallas Donna Casey, MD mengatakan, kala tubuh mengatasi persoalan kesegaran kronis, sistem kekebalan tubuh telah kelebihan beban, dan gara-gara beban kerja yang ekstra itu, ia mempunyai lebih sedikit sumber kekuatan yang ada untuk dicurahkan dalam melawan infeksi layaknya flu.

Hal yang mirip berlaku kalau seseorang mempunyai penyakit penurunan kekebalan seperti HIV/AIDS atau leukemia, atau kalau seseorang terima obat yang membahayakan kekebalan layaknya kemoterapi, radiasi, atau kortikosteroid kronis.

2. Orang dewasa di atas 50 tahun
Casey menuturkan, seiring pertambahan usia, sistem kekebalan tubuh makin lama sulit menangkal kuman berbahaya, dan seseorang sanggup mengalami masalah kesegaran yang lebih kronis.

“Ini menambah kerentanan terkena flu dan menyebabkan komplikasi layaknya bronkitis, pneumonia, atau infeksi bakteri sekunder di atas virus flu,” jelasnya. Itu sebabnya orang di atas 50 dianggap sebagai grup prioritas tinggi untuk vaksinasi flu.

3. Anak kecil
Flu lebih cenderung untuk terjadi pada anak-anak di bawah lima tahun (terutama di bawah 2 tahun), jika dibandingkan bersama dengan anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa. CDC membuktikan sebab sistem kekebalan tubuh mereka tetap berkembang, mereka tidak bisa melawan infeksi.

“Itu tingkatkan barangkali bahwa persoalan flu sanggup beralih menjadi sesuatu yang lebih serius layaknya pneumonia atau ensefalopati (sejenis infeksi otak), atau memicu dehidrasi,” kata CDC.

4. Wanita hamil
Kehamilan bisa membuat perubahan terhadap proses kekebalan, jantung, dan paru-paru yang menyebabkan ibu jadi lebih rentan terhadap komplikasi berkaitan flu layaknya bronkitis atau pneumonia. American Pregnancy Association mencatat hal berikut bisa terjadi karena itu adalah infeksi serius, yang dapat berpotensi menaikkan risiko keguguran, kelahiran prematur, atau berat lahir rendah.

Hati – hati Bagi Anda Suka Minum Bubble Tea ini Resikonya

Jakarta – Beberapa pas belakangan, bubble tea meledak sebagai trend minuman kondang untuk para pecinta minuman kekinian. Walaupun tersedia kata teh di dalamnya, ternyata bubble tea tidak sesehat itu.

Seperti kopi, bahan bubble tea mungkin tidak begitu buruk pada mereka, namun dikala buble tea diberi pemanis buatan, bubble tea akan kehilangan nilai gizinya bersama cepat.

“Bagian paling bergizi berasal dari bubble tea adalah teh itu sendiri,” kata Ahli Gizi Hillary Cecere di Red Bank, New Jersey, seperti yang dikutip didalam The Healthy.

Tidak terlalu. Seperti kopi, bahan-bahan teh gelembung barangkali tidak begitu tidak baik pada mereka sendiri, tetapi kala mereka penuh bersama dengan pemanis dan rasa buatan, mereka kehilangan nilai gizinya dengan cepat.

“Bubble tea bukan langkah yang sehat untuk memperoleh kegunaan teh,” kata Cerece.
Minuman yang terinspirasi dari Taiwan ini terbuat dari teh, susu, gula, dan tepung tapioka, terbuat berasal dari pati yang diekstrak berasal dari akar singkong, dan memiliki kandungan karbohidrat bertepung (bukan jenis yang kaya nutrisi dan serat).

Memasak bubble tapoika cuma dapat memperburuknya. Bubble umumnya dimasak di dalam air panas, bersamaan bersama dengan lebih banyak gula tambahan sepanjang 3 jam. Pada titik itu, bola-bola ini dapat miliki hampir 160 kalori per porsi saji. Menurut Cecere, dikarenakan semua bahan olahan itu, umumnya 16 ons bubble teamemiliki kira-kira 400 kalori.

Dilansir dari Bussiner Insider, minuman bubble tea punya kandungan 18,5 sendok teh gula yang melebihi asupan gula harian yang direkomendasi orang dewasa 8-11 sendok teh, dan anak-anak 5 sedok teh.

Pada 2012 sekelompok peneliti Jerman berasal dari University Hospital Aachen melaporkan menemukan jejak bifenil poliklorinasi, atau PCB (senyawa klorin organik), didalam sampel boba. Potensi karsinogen ini udah terbukti miliki efek kebugaran yang merugikan pada proses kekebalan tubuh, reproduksi, saraf, endoktrin, serta risiko penyakit kritis lainnya.

Rumah Sakit Mount Alvernia di Singapura menerbitkan sebuah artikel di web site webnya bersama memperbandingkan tingkat gula dan kalori dari berbagai style bubble tea dan toppingnya. Menurutnya, creamer non-susu yang terdapat didalam bubble tea mempunyai kandungan lemak trans dalam wujud minyak kelapa sawit terhidrogenasi. Minyak ini terlalu berkorelasi bersama peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Mereka mengimbuhkan bahwa kuantitas kalori dalam secangkir bubble tea sedang setara dengan sepotong kue keju, dan menganjurkan customer untuk membatasi asupan mereka jadi dua cangkir seminggu.

“Jika Anda sangat dambakan nikmati bubble tea, coba untuk menyesuaikannya bersama dengan mengurangi kalori dan cuma sesekali,” kata Cecere.

Dia termasuk menganjurkan untuk memilih susu rendah lemak, susu kelapa tanpa pemanis, atau susu almond, untuk menghambat kalori dan lemak terhadap tubuh.

Seks yang Katrin Alami Seperti Ditusuk-tusuk Akibat Menderita Vaginismus

Toronto Katrin Maslenkova (27) mesti berjuang melawan vaginismus, yang sebabkan interaksi seks begitu menyakitkan. Ia mulai layaknya ditusuk-tusuk tiap-tiap kali terkait seks.

Vaginismus, keadaan yang memengaruhi 1 dari 500 wanita, ditandai otot-otot vagina mengencang tanpa sadar. Artinya tiap-tiap kegiatan yang melibatkan penetrasi, rasa menyakitkan bakal dialami.

Ketika penetrasi, Katrin yang tinggal di Toronto, Kanada, mulai dinding rahimnya ‘ditabrak’ bersama keras. Sejak saat itu, ia tidak nyaman bersama seks penetrasi.

“Aku mulai membenci saat mengarah pada sentuhan intim (seks penetrasi). Jadi, saya menghindarinya. Bukan hanya seks penetrasi, tatkala kumasukkan tampon, itu terhitung menyakitkan. Banyak tampon yang prima justru berakhir di tempat sampah,” cerita Katrin baru-baru ini dilansir dari Metro, Rabu (11/12/2019).

Pada Januari 2010, Katrin berkonsultasi bersama dokter. Ia menyampaikan, mungkin amat muda untuk terkait seks. Tetapi sehabis meneliti tanda-tanda sendiri, Katrin menyadari soal vaginismus.

“Setelah lumayan lama menunggu, dokter kandungan laksanakan pengecekan panggul. Pada saat itu, diagnosis vaginismus terhitung tidak disebutkan. Aku terhitung merintis USG vagina. Pemeriksaan ini mengalami paling banyak rasa sakit,” ujar Katrin.
Awalnya, tersedia yang berikan menyadari bahwa dia tidak apa-apa.

“Aku hanya diberi tahu, jangan khawatir. Rasa menyakitkan bakal menjadi lebih baik (hilang) sehabis melahirkan anak nanti,” Katrin menerangkan.

Merasa ragu bersama penjelasan tersebut, Katrin mencari bantuan terapis, yang menegaskan ia menderita vaginismus. Akhirnya, ia didiagnosis vaginismus oleh terapi.

Ia direkomendasikan coba terapi dilatasi. Alat dilator digunakan meregangkan otot-otot vagina supaya mendukung kurangi nyeri saat penetrasi.

Katrin studi bagaimana memakai alat dilator untuk mendorong otot-otot rileks sambil memperkuat dasar panggulnya.

Pada tahun 2016, Katrin akhirnya laksanakan interaksi seks bebas penetrasi tanpa rasa sakit. Kini, ia miliki ‘kehidupan seks yang memuaskan’ bersama pasangan hidupnya, Dimitri.

Selepas terbebas dari vaginismus, ia berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang akuntan. Katrin fokus mendukung wanita lain yang miliki keadaan serupa bersama dirinya.

Perjuangannya hadapi vaginismus, ia tuliskan dalam buku berjudul Breaking The Cycle Of Pain: Vaginismus.

“Buku ini menjadi perjalanan hidup bagiku. Dan untuk Dimitri, yang telah mendukungku melalui rencana materi dan mendukung menerbitkannya ke dunia ini,” ujar Katrin.

Design a site like this with WordPress.com
Get started