
Jakarta – Mengalami flu akibat musim hujan seperti tiba-tiba demam, sakit tenggorokan, dan menggigil dapat memicu seseorang mengidamkan bersembunyi di balik selimut selamanya.
Menurut Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan (Centers for Disease Control plus Prevention/CDC), biasanya orang mampu pulih dari flu di dalam selagi tidak cukup dari dua minggu, dan bagi lebih dari satu orang flu mampu berisiko tinggi untuk berkembang jadi sesuatu yang lebih serius layaknya pneumonia atau bronkitis, yang mengharuskan seseorang menekuni rawat inap.
Ditambah, terkecuali seseorang punyai kondisi kesegaran tertentu seperti asma atau penyakit jantung, terkena flu dapat memperburuk gejala. Dilansir dari laman Prevention, dipaparkan empat kelompok orang yang paling rentan terkena flu yang serius.
1. Orang bersama dengan masalah kesegaran kronis, atau sistem kekebalan yang lemah
CDC menyebutkan bahwa menanggulangi keadaan kesegaran gawat seperti asma, penyakit jantung, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), diabetes, atau problem darah, hati, atau ginjal, punya risiko lebih tinggi terkena komplikasi berkenaan flu. Komplikasi ini mampu termasuk hal-hal layaknya pneumonia, bronkitis, dan infeksi sinus dan telinga.
Dokter penyakit dalam di Texas Health Presbyterian Hospital Dallas Donna Casey, MD mengatakan, kala tubuh mengatasi persoalan kesegaran kronis, sistem kekebalan tubuh telah kelebihan beban, dan gara-gara beban kerja yang ekstra itu, ia mempunyai lebih sedikit sumber kekuatan yang ada untuk dicurahkan dalam melawan infeksi layaknya flu.
Hal yang mirip berlaku kalau seseorang mempunyai penyakit penurunan kekebalan seperti HIV/AIDS atau leukemia, atau kalau seseorang terima obat yang membahayakan kekebalan layaknya kemoterapi, radiasi, atau kortikosteroid kronis.
2. Orang dewasa di atas 50 tahun
Casey menuturkan, seiring pertambahan usia, sistem kekebalan tubuh makin lama sulit menangkal kuman berbahaya, dan seseorang sanggup mengalami masalah kesegaran yang lebih kronis.
“Ini menambah kerentanan terkena flu dan menyebabkan komplikasi layaknya bronkitis, pneumonia, atau infeksi bakteri sekunder di atas virus flu,” jelasnya. Itu sebabnya orang di atas 50 dianggap sebagai grup prioritas tinggi untuk vaksinasi flu.
3. Anak kecil
Flu lebih cenderung untuk terjadi pada anak-anak di bawah lima tahun (terutama di bawah 2 tahun), jika dibandingkan bersama dengan anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa. CDC membuktikan sebab sistem kekebalan tubuh mereka tetap berkembang, mereka tidak bisa melawan infeksi.
“Itu tingkatkan barangkali bahwa persoalan flu sanggup beralih menjadi sesuatu yang lebih serius layaknya pneumonia atau ensefalopati (sejenis infeksi otak), atau memicu dehidrasi,” kata CDC.
4. Wanita hamil
Kehamilan bisa membuat perubahan terhadap proses kekebalan, jantung, dan paru-paru yang menyebabkan ibu jadi lebih rentan terhadap komplikasi berkaitan flu layaknya bronkitis atau pneumonia. American Pregnancy Association mencatat hal berikut bisa terjadi karena itu adalah infeksi serius, yang dapat berpotensi menaikkan risiko keguguran, kelahiran prematur, atau berat lahir rendah.